Euro08

30 06 2008

euro adalah perhelatan sepakbola nomor dua terheboh. tentu saja setelah piala dunia.  dan tahun ini edisi euro telah berakhir dengan serangkaian ironi, kejutan, drama, dan seni. keempat hal tersebut menjadi warna tersendiri bagi perhelatan empat tahunan tersebut. tidak lolosnya inggris ternyata tidak menjadi persoalan besar bagi tingkat kompetisi euro 2008. nyatanya kroasia dan rusia tampil impresif sebagai dua wakil grup yang juga dihuni inggris.

ironi yang muncul di perhelatan kali ini adalah tentang juara bertahan Yunani.  juara bertahan yunani tampil ompong dan tanpa taji. tiga kali kalah dan langsung tersingkir. from hero to zero. hanya mampu mencetak satu gol. ketajaman charisteas di euro 2004 tak membekas. hanya satu gol ia cetak. kegagalan di klub mempengaruhi mentalnya sebagai striker. ironi, karena strategi bertahan yang di tahun 2004 dan 2006 cukup efektif, seperti tak berguna banyak di euro 2008.

Lalu apakah kejutan yang disajikan? masih ingat partai Belanda vs Rusia? itu adalah pertarungan antara David melawan Goliath atau Daud melawan Jalut. Belanda begitu diunggulkan. semua media tentu mempertimbangkan kejayaan Sneijder cs menghancurkan Juara Dunia Italia dan finalis piala dunia Perancis dengan margin 3 gol. semua berkata, total voetball telah berreinkarnasi. mereka akan ke final! mereka akan melumat rusia. Sneijder akan kembali mengeluarkan sihirnya. sayang sekali, Gus Hiddink (yang entah apa hubungannya dengan para kyai langitan) berhasil menyuntikkan semangat yang membara bagi Rusia. Arshavin-Pavlyuchenko-Zhirkov menjadi trio penabuh genderang kematian empunya Total Voetbal. Laga ini juga menjadi bukti sepakbola mengalahkan nasionalisme. sportifitas mengalahkan ‘mitos’ bernama pengkhianatan terhadap tanah air. Gus Hiddink membuktikan. dan Belanda pun tersingkir 1-3.

Turki bukan hanya kejutan. Turki adalah drama terbesar euro08. Turki adalah kisah cinderela. dan Turki adalah bukti semangat membara akan kecintaan terhadap olahraga, terutama sepakbola. setelah kalah 1-3 atas favorit grup A, portugal, turki menunjukkan semangat juang tinggi. mereka menunjukkan eksistensinya dengan cara paling indah, menang di menit2 akhir. jika MU tahun 98 membuat satu kemenangan yang paling dikenang sepanjang sejarah klub, maka Turki membuat tiga kemenangan yang paling sensasional dalam sejarah. Swiss adalah korban pertama mereka, kemenangan di menit terakhir. Republik Ceko korban selanjutnya. Turki menyusul defisit dua gol dan bahkan membuat surplus satu gol hanya dalam 15 m3nit!!! dan yang paling sensasional adalah kemenangan atas kroasia. 2 menit sebelum pertandingan ET selesai, turki kebobolan. tetapi dalam hanya dua menit mereka menyamakan kedudukan. mental kroasia hancur dan Turki menang dalam adu penalti. Turki nyaris memperpanjang rekor kemenangan dramatis mereka saat melawan Jerman. tertinggal 1-2 pasukan crescent star menyamakan kedudukan di menit 86. sayang, Turki akhirnya tersingkir lewat senjata andalan mereka, gol menit terakhir. Tetapi dengan 9 pemain absen tentu itu adalah prestasi luar biasa. Turki tersingkir dengan kepala tegak!

Dan seni ditunjukkan oleh penampilan menawan underachiever Spanyol. dengan status underachiever Spanyol mampu menjawab keraguan dengan penampilan indah melawan Jerman di final. sepakbola indah juga sempat diperlihatkan Belanda sepanjang fase grup. seni melawan sepakbola panser yang kehilangan motivasi yang dimenangkan oleh seni. merontokkan catenaccio Italia yang negatif, meski dengan adu penalti. dan tahun ini adalah kebangkitan sepakbola seni. Spanyol memberikan contoh.

Akhirnya, Sepakbola adalah pemenangnya.